Papua Barat Daya Online News, SORONG-Aktivitas di Kantor Bupati Sorong lumpuh total pagi ini setelah sekelompok massa melakukan aksi pemalangan di pintu masuk utama kantor. Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap rencana pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong yang dinilai tidak mengakomodir putra daerah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebuah spanduk besar dibentangkan di area pemalangan dengan tulisan tegas berwarna merah:
”Suku Besar Moi Dengan Tegas Menolak Pelantikan Sekda Kabupaten Sorong Yang Bukan Orang Asli Papua.”
Aksi protes ini tidak hanya menggunakan spanduk, tetapi juga menggunakan prosesi adat yang sangat dihormati masyarakat setempat. Massa memasang palang adat yang bersifat sakral, atau yang dikenal dalam bahasa lain Bambu Tui.
Secara tradisi, palang adat ini memiliki ikatan hukum adat yang kuat dan tidak boleh dilanggar secara sembarangan sebelum ada kesepakatan atau penyelesaian masalah antara pihak terkait.
Akibat dari pemalangan tersebut, seluruh aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong terganggu. Agenda rutin seperti apel pagi yang direncanakan digelar setiap hari Senin akhirnya terpaksa ditiadakan karena pegawai tidak dapat memasuki area perkantoran dan harus mencari jalan alternatif lain.

Serupa dengan itu kantor DPRD Kabupaten Sorong juga ikut dipalang menggunakan bambu Tui dengan spanduk dan isi tulisan yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi dilaporkan masih dalam pemalangan.Sementara jurnalis Papua Barat Daya Online News masih berupaya mengkonfirmasi sejumlah pihak. [**/AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.