Papua Barat Daya Online News, KOTA SORONG-DPD Partai Golkar Kota Sorong resmi menabuh genderang konsolidasi politik menjelang Pemilu 2029 melalui gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VI di Gedung Drei Kinder KM 10, Kamis (16/7/2026). Hajatan besar ini menjadi langkah awal partai berlogo pohon beringin tersebut dalam merapatkan barisan internal sekaligus menyusun strategi pemenangan di wilayah Papua Barat Daya.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya, Septinus Lobat, menegaskan bahwa penunjukan Kota Sorong sebagai daerah pertama penyelenggara Musda bukanlah tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memegang peranan krusial sebagai kiblat politik Golkar di provinsi baru tersebut.
”Kota Sorong adalah barometer politik kami di Papua Barat Daya. Keberhasilan pelaksanaan Musda di sini akan menjadi cetak biru dan percontohan bagi kabupaten-kabupaten lain yang akan menyusul,” kata Septinus saat membuka kegiatan.
Septinus menambahkan, Musda VI tidak hanya berfokus pada perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong periode 2025–2030. Agenda ini juga menjadi ruang evaluasi total terhadap program kerja, penguatan soliditas kader, serta perumusan taktik politik jangka panjang.
”Kita tidak boleh santai. Persaingan ke depan semakin ketat, dan mesin partai harus sudah dipanaskan sejak hari ini melalui struktur yang solid dan loyal,” tambahnya.
Ia mematok target tinggi agar seluruh Musda tingkat kabupaten/kota di Papua Barat Daya rampung sebelum 17 Agustus 2026. Setelah struktur terbentuk, seluruh kader diwajibkan bergerak cepat membangun basis kekuatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Kepada seluruh jajarannya, Septinus mengingatkan agar menjauhi politik retorika dan beralih penuh pada aksi nyata di masyarakat.
”Rakyat tidak butuh janji manis atau sekadar bicara. Golkar harus hadir di tengah masyarakat dengan karya nyata dan pengabdian yang dampaknya bisa dirasakan langsung,” cetusnya secara eksplisit.
Di sisi lain, dinamika pemilihan ketua dalam Musda VI kali ini dipastikan mengerucut ke satu nama. Tim verifikasi panitia mengonfirmasi bahwa dari dua kader yang sempat mengambil formulir pendaftaran yakni David Hehanussa dan Permadi Mahardika hanya satu nama yang bersikap serius.
Hingga batas waktu penutupan yang ditentukan panitia, hanya David Hehanussa yang resmi mengembalikan berkas persyaratan. Panitia pun secara sah menetapkan David Hehanussa lolos verifikasi berkas dan menjadi calon tunggal yang akan maju ke tahapan pemilihan.
Lewat momentum Musda VI ini, Partai Golkar bersiap memanaskan mesin partai lebih awal demi mengamankan basis suara dan memenangkan kontestasi Pemilu 2029 di tanah Papua Barat Daya.[AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.