Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Robert Wanggai: Pelayanan Harus Hadir Lebih Dekat ke Masyarakat

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,Kota Sorong -Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76, Senin (26/01/26) dengan mengusung tema “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju.” Peringatan ini menjadi penanda transformasi kelembagaan imigrasi dari sekadar penjaga pintu masuk negara menjadi aktor strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang modern, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

Dalam upacara dan tasyakuran nasional, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tonggak awal pasca-transformasi organisasi, ditandai capaian kinerja yang melampaui ekspektasi. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor keimigrasian tercatat sebesar Rp10,45 triliun, tumbuh 16,08 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus melampaui target hingga 159,59 persen.

Memasuki 2026, tantangan yang dihadapi kian kompleks. Kejahatan lintas negara, ancaman siber, serta tindak pidana perdagangan orang menuntut penguatan peran imigrasi sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan. Sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI, Direktorat Jenderal Imigrasi menetapkan 15 Program Aksi yang bertumpu pada tujuh pilar strategis, yakni penguatan layanan berbasis digital, pemeriksaan ketat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) melalui teknologi modern, penyederhanaan visa strategis bagi investor dan pelaku usaha, penguatan program Pimpasa sebagai upaya pencegahan TPPO, modernisasi infrastruktur perbatasan, pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah 3T, serta pengembangan layanan bakti sosial bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah juga meresmikan 18 kantor imigrasi baru di berbagai daerah sebagai upaya mendekatkan pelayanan. Menteri mengingatkan agar pembangunan fisik diiringi dengan penguatan kualitas layanan. “Gedung yang megah tidak ada artinya tanpa jiwa pelayanan yang prima. Jadikan kantor-kantor ini sebagai etalase wajah imigrasi yang melayani, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks diplomasi dan investasi, Imigrasi turut berperan sebagai fasilitator pembangunan. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah penyerahan simbolis status Global Citizenship kepada dua warga negara asing, sebagai langkah strategis menarik diaspora dan eks-WNI bertalenta untuk kembali berkontribusi melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan investasi.

Di sisi kemanusiaan, rangkaian HBI ke-76 juga diisi dengan aksi solidaritas. Insan imigrasi menyalurkan donasi sebesar Rp1,96 miliar bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta hasil ketahanan pangan pemasyarakatan senilai Rp1,33 miliar.

Di Kota Sorong, peringatan HBI ke-76 digelar di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Jalan Masjid Raya HBM, Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong, Papua Barat Daya. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Robert S. Wanggai, menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat fungsi pelayanan dan pengawasan seiring meningkatnya status Bandar Udara Domine Eduard Osok menjadi bandara internasional.

 

“Kami akan memfokuskan penguatan sarana dan prasarana keimigrasian, termasuk aspek penegakan hukum dan pengawasan lalu lintas orang, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara di pintu masuk wilayah timur Indonesia,” ujar Robert.

Ia mengungkapkan, pada 2026 pihaknya menargetkan pembukaan pos layanan imigrasi di sejumlah kabupaten dalam wilayah kerja, sehingga pengurusan paspor tidak lagi terpusat di Kota Sorong. Langkah ini diharapkan mampu memangkas jarak, waktu, dan biaya masyarakat, khususnya yang berasal dari daerah kepulauan dan wilayah terpencil.

“Harapan kami, kehadiran imigrasi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan pusat, kami ingin memastikan pelayanan berjalan cepat, transparan, dan berbasis digital, tanpa mengabaikan aspek keamanan,” katanya.

Robert juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur imigrasi agar mampu menjawab tantangan global. Penguasaan teknologi informasi, peningkatan kompetensi pemeriksaan, serta penguatan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing, terutama di kawasan pariwisata strategis seperti Raja Ampat, menjadi perhatian utama.

“Kami ingin pada 2026 pelayanan semakin profesional, sementara fungsi pengawasan tetap tegas dan berkeadilan. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, pengelola bandara dan pelabuhan, serta masyarakat akan terus kami perkuat,” ujarnya.

Ia berharap semangat Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju tidak berhenti sebagai slogan seremonial, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Papua Barat Daya. “Target kami sederhana namun mendasar, yakni menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih berkualitas, sekaligus memastikan kedaulatan negara tetap terjaga,” kata Robert menutup pernyataannya.(FR)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Kementerian Transmigrasi dan Universitas Brawijaya Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kapal Fiberglass untuk Warga Sorong
‎Hadir di PIKI Award 2026, Sellvyana Sangkek Berdialog dengan DPP Pusat Bahas Pendidikan Hingga Kesehatan Di Papua Barat Daya
Antisipasi Kebakaran Hutan Semakin Meluas, Bupati Sorong Terbitkan Surat Edaran Siaga Karhutla
‎Peringatan HUT ke-81 TNI di Sorong, Pangkoarmada III Tekankan Pentingnya Keamanan Wilayah dan Kelestarian Hutan
‎BGN Luncurkan 480 SPPG Serentak di Kawasan Timur, 15 Unit Resmi Beroperasi di Papua Barat Daya
Laboratorium Temukan Bakteri Bacillus cereus di Buah Naga, Sumber Keracunan Siswa dan Guru SMP Muhammadiyah Al-Amin di Kota Sorong Belum Final
Demi Menjaga Marwah Organisasi, Ketua PP PMKRI 2024–2026 Pilih Absen di Semua Agenda Pelantikan
Matangkan Program Sekolah Rakyat, Pemkab Sorong Gelar FGD Demi Wujudkan Pendidikan Inklusif

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:45

‎Kementerian Transmigrasi dan Universitas Brawijaya Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kapal Fiberglass untuk Warga Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:36

‎Hadir di PIKI Award 2026, Sellvyana Sangkek Berdialog dengan DPP Pusat Bahas Pendidikan Hingga Kesehatan Di Papua Barat Daya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:03

Antisipasi Kebakaran Hutan Semakin Meluas, Bupati Sorong Terbitkan Surat Edaran Siaga Karhutla

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09

‎Peringatan HUT ke-81 TNI di Sorong, Pangkoarmada III Tekankan Pentingnya Keamanan Wilayah dan Kelestarian Hutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:02

‎BGN Luncurkan 480 SPPG Serentak di Kawasan Timur, 15 Unit Resmi Beroperasi di Papua Barat Daya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page