Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT): Langkah Strategis Kabupaten Sorong Mewujudkan Generasi Bebas Stunting

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), inisiatif Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) kini menjadi ujung tombak pelayanan di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Program ini menyasar enam kelurahan di Distrik Aimas sebagai lokus utama, yaitu Watmon, Malawili, Malasom, Malagusa, Mariat Pantai, dan Maibo

Nampak anak-anak lahap memakan makananan yang dibuat para kader dengan aturan gizi yang tepat dan berimbang.

​Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan DP3AP2KB Kabupaten Sorong, Jenny Pendek, menegaskan bahwa keberhasilan DASHAT sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di tingkat akar rumput. “Kegiatan ini merupakan fokus pelatihan bagi kader-kader Posyandu. Kami membekali mereka dengan pengetahuan mendalam terkait pemenuhan gizi yang tepat bagi ibu hamil dan anak-anak, karena pencegahan stunting harus dimulai dari pemenuhan nutrisi yang akurat sejak dini,” ujar Jenny Pendek, Kamis (25/06/26)

Data menunjukkan bahwa intervensi yang tepat sasaran melalui DASHAT mampu memperbaiki kualitas asupan gizi anak secara signifikan.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, kader Posyandu berperan sebagai edukator sekaligus pengawas yang memastikan bahwa menu makanan yang disajikan memenuhi kriteria gizi seimbang, yakni kombinasi tepat antara karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, dan mineral.

Pemerintah ​Kabupaten Sorong memiliki ambisi besar untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional. Namun, Jenny Pendek menekankan bahwa target tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui kerja satu instansi saja.

“Kami sangat antusias menekan angka stunting dengan ambisi yang kuat. Ini bukan sekadar tugas DP3AP2KB, melainkan kerja kolektif semua pihak. Bahkan, kami membuka pintu lebar bagi masyarakat atau individu yang ingin berkontribusi langsung menjadi Orang Tua Asuh bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan gizi,” jelasnya.

​Khusus untuk enam kelurahan di Distrik Aimas tersebut, program DASHAT akan difokuskan pada pendampingan pemberian makanan bergizi seimbang selama satu bulan penuh.

Dapur sehat ini akan berfungsi sebagai pusat pengolahan makanan lokal yang kaya nutrisi, yang dipantau ketat kualitasnya untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang memadai. Sebagai contoh konkret, di Kelurahan Warmon, teridentifikasi sebanyak 15 anak yang masuk dalam kategori kurang gizi atau stunting.

Kelompok sasaran ini akan mendapatkan pengawasan intensif terhadap sumber makanan mereka. Diharapkan, melalui program DASHAT, intervensi ini dapat memulihkan status gizi anak-anak tersebut dan mencegah dampak jangka panjang dari stunting terhadap tumbuh kembang mereka.

​Keberhasilan program ini juga didukung oleh pemanfaatan pangan lokal, di mana bahan makanan diolah menjadi menu lezat dan bergizi tinggi agar mudah diakses oleh keluarga berisiko stunting.

Selain itu, terdapat edukasi berkelanjutan di mana kader tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi juga mengajarkan orang tua cara memasak menu sehat secara mandiri, didukung oleh sistem pemantauan real-time melalui pendampingan rutin untuk memastikan perkembangan kesehatan anak terpantau secara berkala lewat data di Posyandu.

Langkah strategis yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kabupaten Sorong ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ancaman stunting.[AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Fokus Kesejahteraan OAP, Pengelolaan Dana Otsus Papua Barat Daya Digeser ke Ekonomi Produktif
Akses JKN Makin Luas, BPJS Kesehatan Dorong Mutu Layanan Faskes
UNAMIN Resmi Bentuk Disability Center, Sellvyana Sangkek Sebut Kampus Inklusif Berawal dari Perubahan Pola Pikir
Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah, Sembako Lengkap Hanya Rp75 Ribu
Masyarakat Sub Suku Moi Abun Sorong Komit Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo
Jaga Cendrawasih Hingga Penyu Belimbing, Pemerintah Papua Barat Daya Kemitraan Dengan Inggris
Pengalaman Positif Jumiati Bersama JKN: Berobat Tanpa Khawatir Biaya dengan Pelayanan Cepat dan Ramah
LMA Yapen Waropen Sorong Dorong Warga Perkuat Persatuan dan Kawal Pembangunan

Komentar

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:42

‎Fokus Kesejahteraan OAP, Pengelolaan Dana Otsus Papua Barat Daya Digeser ke Ekonomi Produktif

Selasa, 15 September 2026 - 21:32

Akses JKN Makin Luas, BPJS Kesehatan Dorong Mutu Layanan Faskes

Senin, 14 September 2026 - 10:01

UNAMIN Resmi Bentuk Disability Center, Sellvyana Sangkek Sebut Kampus Inklusif Berawal dari Perubahan Pola Pikir

Jumat, 11 September 2026 - 10:28

Masyarakat Sub Suku Moi Abun Sorong Komit Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo

Jumat, 11 September 2026 - 08:07

Jaga Cendrawasih Hingga Penyu Belimbing, Pemerintah Papua Barat Daya Kemitraan Dengan Inggris

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page