Papua Barat Daya Online News, SORONG-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sorong, Junita L. Kamuru, menyaksikan langsung beragam hasil olahan pangan lokal dalam Lomba Cipta Menu Pangan Lokal yang digelar di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Ketahanan Pangan ini bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Sorong dan Gramedia Sorong. Lomba tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya mengonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Diikuti sebanyak 24 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat (yang melibatkan perwakilan dari 25 sekolah), kegiatan ini menjadi wadah untuk mendorong kreativitas pelajar dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian lezat sekaligus bernilai gizi tinggi. Tak hanya itu, ajang ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha berbasis potensi pangan daerah di masa depan.
Melalui ajang tersebut, para peserta ditantang untuk berinovasi mengolah berbagai bahan pangan lokal khas Papua terutama jenis umbi-umbian dan pisang menjadi menu yang menarik dari segi tampilan, cita rasa, hingga kandungan nutrisinya.
Bupati Sorong, Johny Kamuru, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan kreatif ini. Menurutnya, latihan mengolah bahan pangan lokal penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak selalu bergantung pada beras maupun produk berbahan dasar tepung terigu.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan luar biasa. Saya mengapresiasi semua pihak, terutama Dinas Ketahanan Pangan, para guru, Gramedia, dan PKK yang terlibat,” ujar Johny di sela-sela acara.
”Kegiatan ini melatih kreativitas anak-anak supaya mereka bisa mandiri, termasuk memasak sendiri dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar kita,” lanjutnya.
Johny mengungkapkan, Kabupaten Sorong dianugerahi kekayaan sumber pangan lokal yang melimpah dan sangat potensial diolah menjadi konsumsi sehat harian, seperti kasbi (singkong), petatas (ubi jalar), hingga keladi.
Oleh karena itu, ia berharap ajang serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan cakupannya diperluas hingga ke masyarakat umum.
“Ke depan, kegiatan seperti ini harus terus didukung dan diperluas kepada masyarakat, terutama anak-anak kita sebagai generasi masa depan. Kita ingin mereka mampu hidup sehat dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada,” tegas Johny.
Edukasi Pangan B2SA Sejak Usia Sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Lucia Musina Rumbewas, menjelaskan bahwa Lomba Cipta Menu ini merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat terkait pola konsumsi pangan B2SA.
Lucia menegaskan, pengenalan dan pengolahan pangan lokal sejak usia sekolah sangat strategis untuk membiasakan pelajar mengenal sumber pangan alternatif yang ada di lingkungan sekitar mereka.
Dengan kemampuan berinovasi mengolah bahan pangan lokal seperti umbi-umbian dan pisang, generasi muda diharapkan tak hanya pandai menyajikan makanan sehat bagi keluarga, tetapi juga mampu menjaga ketahanan pangan daerah secara mandiri di masa mendatang.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.