Papua Barat Daya Online News, SORONG-Musyawarah Daerah (Musda) XII DPD Partai Golkar Kabupaten Sorong resmi ditabuh di Aimas, Senin (27/07/2026). Ajang lima tahunan bertajuk “Konsolidasi Kemenangan dan Harapan Baru” ini bukan sekadar rutinitas pergantian naskah kepengurusan, melainkan ajang pembuktian dominasi sekaligus penataan ulang cengkeraman politik beringin di tanah Papua Barat Daya.

Ketua Panitia Pelaksana, Isac Komigi, menegaskan Musda XII digelar berdasarkan amanat Munas XI Partai Golkar 2024 dan Petunjuk Pelaksanaan DPP Nomor JUKLAK-2/DPP/GOLKAR/IV/2025.
”Musda ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum tertinggi daerah untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menetapkan program kerja, serta memilih dan menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sorong periode mendatang,” kata Isac di hadapan jajaran pengurus provinsi dan ratusan kader yang memadati lokasi acara.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sorong, Febry Jein Andjar , memanfaatkan momentum pembukaan Musda untuk menyentil loyalitas para elit lokal. Di hadapan Ketua DPD Golkar Papua Barat Daya Septinus Lobat dan Bupati Sorong Johny Kamuru, Febry menegaskan pentingnya menanggalkan agenda pribadi saat beringin memanggil.
”Sesibuk apa pun kita, jika partai memanggil, maka kita harus hadir. Ini memberikan pesan kuat kepada seluruh kader bahwa kepentingan partai berada di atas kepentingan pribadi,” tegas Febry.
Febry memberi garis tebal pada pencapaian Johny Kamuru yang dinilai sukses mempertahankan kursi mayoritas Golkar di DPRD Kabupaten Sorong, sekaligus menghibahkan aset strategis berupa satu unit kantor sekretariat yang representatif.
Bagi Febry, Musda XII adalah arena merancang strategi pemenangan yang adaptif di tengah konstelasi politik regional yang kian dinamis.
”Musda adalah momentum evaluasi, memperkuat konsolidasi, dan merumuskan strategi. Tantangan politik ke depan sangat luar biasa, sehingga seluruh kader harus tetap solid, bersatu padu, dan bergandengan tangan,”ujarnya.
Sebagai mantan pimpinan yang meletakkan fondasi politik Golkar di Kabupaten Sorong, Johny Kamuru memberikan sinyal tegas terkait suksesi kepemimpinan periode 2025–2030. Ia mengingatkan bahwa nakhoda baru nantinya tidak melaut dari nol, melainkan melanjutkan mesin politik yang sudah panas dan siap tempur.
”Landasan dasar dan infrastruktur organisasi sudah kita letakkan. Ketua yang baru pasti tidak akan merasa kesulitan lagi karena tinggal melanjutkan apa yang sudah disediakan,” ujar Johny usai agenda konsolidasi.
Ia menekankan, tugas pimpinan anyar adalah mengunci soliditas basis massa demi menjaga dominasi Golkar sekaligus menjadi benteng utama pengawal kebijakan pemerintah daerah.
”Tinggal melanjutkan dengan penuh tanggung jawab untuk melayani dan meyakinkan masyarakat demi kejayaan serta kemenangan Partai Golkar ke depan,” cetusnya.

Langkah DPD Golkar Kabupaten Sorong mendapat perhatian penuh dari tingkat provinsi. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya, Septinus Lobat, secara terbuka mematok target tinggi bagi siapa pun yang kelak keluar sebagai pemenang dalam arena Musda XII ini.
Septinus menegaskan bahwa persaingan politik mendatang membutuhkan figur yang tak hanya mahir berwacana, tetapi juga mampu mengamankan perolehan kursi legislatif secara signifikan.
”Partai Golkar memiliki rekam jejak sebagai pemenang, dan tradisi itu harus dipertahankan. Siapa pun nakhoda baru yang lahir dari proses Musda ini harus mampu membawa arah partai ke tingkat yang lebih baik. Indikator utamanya jelas: peningkatan perolehan kursi legislatif dan tuntasnya konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput,” tegas Septinus Lobat.
Dengan konstelasi yang kian menghangat, Musda XII di Aimas ini dipastikan menjadi barometer utama arah angin politik Partai Golkar di Kabupaten Sorong menuju kontestasi mendatang.[AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.