Papua Barat Daya Online News,SORONG-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sorong resmi memanaskan mesin politiknya menyongsong pemilu legislatif mendatang. Melalui proses Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung dinamis dan alot, pimpinan baru Muhammad Nur Umar akhirnya dipercaya untuk menakhodai partai berlambang Ka’bah tersebut sebagai Ketua terpilih melalui mekanisme tim formatur.
Dalam keterangan persnya di hadapan awak media, Ketua terpilih secara gamblang membeberkan target besar, strategi, hingga modal optimisme yang diusungnya demi memajukan PPP di Kabupaten Sorong dan wilayah Papua Barat Daya secara umum.
Bidik 5 Kursi DPRD Kabupaten Sorong
Menatap perebutan kursi parlemen daerah, PPP Kabupaten Sorong enggan hanya menjadi penonton. Dari total 25 kursi yang diperebutkan di DPRD Kabupaten Sorong, sang Ketua terpilih memasang target yang cukup berani, yakni mengamankan 5 kursi.
”Target saya untuk Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Sorong pada pemilihan yang akan datang, dari 25 kursi yang diperebutkan, saya siap untuk menghasilkan 5 kursi,” tegasnya dengan penuh optimis.Senin(01/06/26)
Ia menambahkan bahwa target tersebut bukan sekadar pemanis di atas kertas atau “omong-omong” belaka. Dirinya menyatakan siap mewakafkan waktu, tenaga, pikiran, hingga materi untuk mengonsolidasikan kekuatan partai demi meraih kemenangan.
Usung Misi Persatuan dan Pembangunan Nyata
Bukan tanpa alasan ia memilih PPP sebagai kendaraan politiknya. Menurutnya, nama “Persatuan Pembangunan” bukan sekadar identitas, melainkan sebuah misi ideologis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia menilai, esensi politik hari ini bukanlah sekadar berdebat tentang teori demokrasi di sana-sini, melainkan bagaimana menyatukan seluruh elemen masyarakat yang beragam.
”Artinya hari ini sebenarnya kita harus menyatukan masyarakat untuk bersama membangun negeri ini. Kita membutuhkan proses pembangunan yang kemudian bisa kita nikmati bersama, bukan pembangunan yang hanya dirasakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk kepentingan mereka,” ujarnya.
Sebagai salah satu partai politik tertua di Indonesia, PPP memiliki rekam jejak panjang yang memperkuat posisi ideologisnya di daerah, termasuk di tanah Papua.
Sebagai seorang figur yang tumbuh dari latar belakang dunia pendidikan, Ketua terpilih memiliki keunggulan strategis berupa basis massa yang riil dan loyal. Bagi dirinya, kedekatan sosiologis dengan para pendidik ini bukan sekadar modal politik, melainkan penggerak utama untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari akar rumput.

Saat disinggung mengenai modal politik lainnya, ia membeberkan rekam jejak personalnya yang sudah lama mengakar di tanah Papua. Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan salah satu tokoh yang ikut menandatangani dokumen usulan pemekaran wilayah di tanah Papua yang dikirimkan langsung kepada Presiden B.J. Habibie pada masa lalu.
Selain itu, ia mengaku sengaja tidak memilih jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena jiwanya yang lebih condong sebagai seorang sosialis yang ingin bebas bergerak dan berjuang habis-habisan demi kemaslahatan masyarakat. Dengan rekam jejak nyata yang pernah ia torehkan baik di Papua maupun di Maluku Utara, ia meyakini masyarakat Kabupaten Sorong akan rasional dalam menjatuhkan pilihan.
”Kita bicara tanpa bukti, jarang orang mau mendengar. Itulah optimisme saya,” pungkasnya menutup wawancara pers.[RA]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.