Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Barat Daya secara resmi sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) Lanjutan VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Sorong. Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten tersebut berlangsung sangat dinamis dan maraton, dimulai sejak pagi hari hingga selesai pada pukul 24.00 WIT malam di Sekretariat DPC PPP Kabupaten Sorong, Minggu (31/05/2026).
Langkah konsolidasi ini dinilai sangat krusial bagi partai berlambang Ka’bah tersebut dalam memanaskan kembali mesin politiknya di wilayah kepala burung Pulau Papua, sekaligus menata ulang struktur kepengurusan demi menyongsong agenda-agenda politik strategis ke depan.
Ketua DPW PPP Provinsi Papua Barat Daya, Mukhsin Abdul Wahid, S.Sos., menyatakan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dan ketertiban seluruh tahapan musyawarah. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab Lanjutan VI ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan wujud nyata dari kepatuhan konstitusional terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang diamanatkan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di Jakarta.
”Alhamdulillah, pelaksanaan musyawarah kemarin, mulai dari penjemputan unsur musyawarah sampai melanjutkan perjalanan sidang, berjalan dengan sangat baik. Semua mengenai administrasi PAC-PAC (Pengurus Anak Cabang) tingkat distrik sudah mereka lengkapi dengan baik. Apa yang tercantum dalam aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga itu kami semua penuhi tanpa terkecuali,” ujar Mukhsin saat memberikan keterangan pers resmi kepada awak media di Sorong, Senin (01/06/2026).
Mukhsin juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif pengurus tingkat distrik (PAC) dalam melengkapi berkas menunjukkan bahwa struktur PPP di Kabupaten Sorong masih memiliki kesadaran berorganisasi yang sangat tinggi dan solid di bawah komando DPW.
Menatap target elektoral dan peta politik ke depan, Mukhsin secara tegas menginstruksikan jajaran pengurus DPC PPP Kabupaten Sorong yang baru terbentuk untuk segera bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia menekankan pentingnya melakukan penetrasi langsung ke basis massa terbawah (grassroots) guna merebut kembali kepercayaan publik yang sempat bergeser pada pemilu sebelumnya.
Menariknya, strategi yang ditawarkan oleh DPW tidak hanya mengandalkan pendekatan politik taktis transaksional, melainkan menitikberatkan pada gerakan sosial kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
”Kita dari DPW mendorong penuh Ketua DPC bagaimana dia bisa merangkul kembali masyarakat dari akar rumput untuk mendapatkan kursi parlemen. Dia harus bekerja betul-betul secara totalitas. Langkah pertama adalah sosialisasi intensif, kemudian konsolidasi struktur, dan yang paling penting adalah semua hal yang terkait mengenai kemanusiaan itu harus dijalankan semua,” tegas Mukhsin.
”Karena namanya kita mencari kursi legislatif, tantangannya sangat besar dan kompetisinya ketat. Bisa dibilang itu salah satu musuh paling berat, tetapi semua lini harus kita pegang dan rangkul. Kami berkomitmen dan berusaha keras bagaimana untuk mengembalikan kursi-kursi yang telah lalu, bahkan target kita harus bisa melebihi pencapaian yang terdahulu,” tambahnya dengan nada optimis.
Di sisi lain, jalannya persidangan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut diakui sempat diwarnai adu argumen dan perbedaan pendapat antar-peserta sidang. Namun, hal itu dinilai sebagai potret dinamika demokrasi internal yang sehat.
Ruslan Rasid, selaku Pimpinan Sidang Paripurna Muscab VI yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Papua Barat Daya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan oleh seluruh kader, delegasi PAC, maupun jajaran panitia yang terlibat.
”Alhamdulillah, seluruh rangkaian musyawarah dari awal hingga akhir telah berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh dengan semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan atau argumen yang muncul dalam forum merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Yang terpenting, semua itu telah diselesaikan dengan kepala dingin melalui mekanisme musyawarah mufakat sesuai aturan hukum formal organisasi yang berlaku,” kata Ruslan Rasid.
Sinergi dan Rekonsiliasi Pasca-Muscab
Ruslan berharap momentum selesainya Muscab VI ini dapat menjadi babak baru sekaligus titik balik (turning point) bagi seluruh kader di Kabupaten Sorong untuk menyatukan barisan, melupakan perbedaan selama forum sidang, dan fokus pada kerja nyata di tengah-tengah masyarakat.
”Keputusan yang dihasilkan hari ini merupakan keputusan forum yang sah secara konstitusi partai dan kini menjadi tanggung jawab bersama untuk kita laksanakan secara konsisten. Kami berharap seluruh kader dan pengurus dapat kembali bersatu padu, memperkuat solidaritas internal, serta fokus menjalankan program kerja organisasi ke depan. Semangat persaudaraan, kekeluargaan, dan pengabdian tulus kepada masyarakat harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap gerak langkah partai ini,” pungkas Ruslan mengakhiri keterangannya.
Dengan rampungnya agenda Muscab Lanjutan VI ini, DPC PPP Kabupaten Sorong kini resmi memiliki nakhoda dan struktur baru yang siap melakukan akselerasi politik di wilayah Papua Barat Daya demi mengamankan target perolehan kursi legislatif pada kontestasi pemilu mendatang. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.