Papua Barat Daya Online News, JAKARTA-Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Papua Barat Daya sukses memaparkan hasil Monitoring dan Evaluasi program kerja serta penyerapan anggaran Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Laporan kinerja ini dikonsolidasikan langsung dalam Rapat Monev Nasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI di Jakarta yang berlangsung pada 6-8 Oktober 2026.
Sebagai Daerah Otonom Baru yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2022, Papua Barat Daya menghadapi tantangan sosiologis yang kompleks. Tingginya laju migrasi, keragaman etnis, serta karakteristik geografis wilayah kepulauan dan pedalaman membuka celah potensi kerawanan sosial, intoleransi, hingga ancaman infiltrasi paham radikal terorisme.
Menyikapi hal tersebut, Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM serta pengurus FKPT Papua Barat Daya, menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pendekatan lunak yang berakar pada kearifan lokal. Pendekatan ini diwujudkan secara nyata melalui pelibatan filosofi “Kitorang Basudara” atau Kita Semua Bersaudara.
”Sebagai daerah otonom baru, penguatan ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi benteng utama kita. Melalui filosofi Kitorang Basudara, kita merajut kebersamaan lintas sektor agar Papua Barat Daya tetap aman, kondusif, dan bebas dari ancaman radikalisme,” ujar Dr. Sellvyana Sangkek.
Dalam mengeksekusi program pencegahan hingga ke tingkat akar rumput, FKPT Papua Barat Daya menggerakkan lima bidang strategis secara terintegrasi.
Bidang Agama, Sosial, dan Budaya menggelar dialog lintas agama serta Rembuk Kebangsaan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dan Lembaga Masyarakat Adat guna merawat kerukunan. Bidang Pemuda dan Pendidikan melaksanakan inisiatif Sekolah Damai dan Kampus Inklusif serta membentuk Duta Perdamaian Muda untuk membentengi pelajar dan mahasiswa dari paparan propaganda radikal.
Bidang Perempuan dan Anak menjalankan program Perempuan Agen Perdamaian yang melibatkan TP-PKK, BKOW, Bhayangkari, dan Persit, disertai edukasi pola asuh digital guna memitigasi risiko radikalisme siber. Bidang Media Massa, Hukum, dan Humas menggelar pelatihan literasi digital, kampanye Saring Sebelum Sharing, serta memproduksi konten kreatif perdamaian bersama jurnalis dan pegiat media lokal.
Terakhir, Bidang Penelitian dan Pengkajian melakukan survei lapangan, diskusi kelompok terarah, serta pemetaan indeks kerentanan radikalisme di wilayah Sorong Raya sebagai basis data empiris kebijakan.
Keberhasilan capaian kuantitatif dan kualitatif pada Triwulan III Tahun Anggaran 2026 ini didukung penuh oleh model Sinergi Tiga Pilar, yang menyatukan unsur Pemerintah Daerah melalui Badan Kesbangpol dan Dinas terkait, Aparat Keamanan dari Densus 88 AT, TNI, serta Polri, dan Masyarakat Adat beserta Tokoh Agama.
Peran serta aktif dari elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan, turut menjadi kunci sukses dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah dinamika daerah. Mama Martha Klafok, salah satu tokoh perempuan Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang dijalankan oleh FKPT dalam merangkul masyarakat.
”Perempuan memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama di dalam keluarga. Melalui pelibatan aktif para ibu dan perempuan adat di Papua Barat Daya, kami optimis mampu mendeteksi dini serta membentengi generasi muda dari pengaruh buruk intoleransi dan paham radikal yang ingin memecah belah kedamaian di tanah Papua,” ungkap Mama Martha Klafok.
Kendati demikian, FKPT Papua Barat Daya mencatat sejumlah kendala di lapangan, seperti tantangan aksesibilitas geografis di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat dan pedalaman seperti Maybrat atau Tambrauw, serta belum meratanya infrastruktur digital.
Menghadapi tantangan tersebut, FKPT Papua Barat Daya menyiapkan strategi penyempurnaan pada Triwulan IV Tahun Anggaran 2026 dengan memperkuat jejaring lokal bersama tokoh adat setempat.
Langkah afirmatif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, meredam intoleransi, serta memastikan kedamaian tetap terjaga di bumi Papua Barat Daya.[CR-14]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.