Papua Barat Daya Online News, SORONG-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Papua Barat Daya resmi menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Juri Tingkat Provinsi Tahun 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Wasit, Juri, dan Pelatih Pencak Silat yang Adaptif, Profesional, dan Berkarakter”, agenda strategis ini diikuti oleh 44 peserta utusan dari berbagai perguruan pencak silat di wilayah Kota dan Kabupaten Sorong.

Para peserta yang terlibat berasal dari delapan perguruan besar, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Sorong, PSHT Kabupaten Sorong, Tapak Suci Kota Sorong, Tapak Suci Kabupaten Sorong, Pagar Nusa Kabupaten Sorong, Persinas ASAD, IKS-PI Kabupaten Sorong, serta PSHW Kabupaten Sorong.
Pantauan di lokasi, pembukaan kegiatan turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum IPSI Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Papua Barat Daya, para Ketua Perguruan tingkat provinsi (PSHT, Tapak Suci, dan Persinas ASAD), serta jajaran pengurus IPSI Kota dan Kabupaten Sorong.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya yang diwakili oleh Kepala Bidang Dispora, Darsono. Dalam arahannya, Darsono memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif IPSI dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kepelatihan dan perwasitan.
”Kami berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Outputnya jelas, kita ingin mencetak pelatih, wasit, dan juri yang profesional serta berintegritas tinggi demi mendukung pembinaan atlet dan turnamen yang berkualitas, baik di level daerah maupun nasional,” tegas Darsono saat membacakan sambutan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum IPSI Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan breakdown dari program pembinaan berkelanjutan organisasi. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya tersebut, kompetensi SDM di balik layar adalah kunci utama dongkrak prestasi atlet.
”Ini bagian dari komitmen kami mencetak SDM kompeten. Jika kualitas pelatih dan pengadil tanding di gelanggang meningkat, otomatis prestasi pencak silat Papua Barat Daya akan ikut berkembang tajam dan mampu bersaing di kancah nasional,” ujar Adolof optimis dalam rilis Kamis (16/06/26)

Selain menjadi ladang peningkatan kapasitas teknis, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antarperguruan silat di Papua Barat Daya, dengan menjunjung tinggi semangat persatuan, sportivitas, dan pelestarian budaya bangsa.[**/Iwan/IPSI/CR-14]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.