Papua Barat Daya Online News, KOTA SORONG Di tengah gelombang efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, pendistribusian ribuan paket bagi masyarakat kecil menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak.
Sebanyak 2.650 paket bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga dari 10 distrik di Kota Sorong, bertempat di Aula Pertemuan SPG Kota Sorong, Sabtu (05/09/26).
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Dr. Rico Sia, M.Si, bersama Kementerian UMKM dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, melalui pemanfaatan Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR).
Dalam arahannya usai penyerahan bantuan, Rico Sia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran program yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. Menurutnya, alokasi dana CSR dari sektor perbankan harus dikelola secara transparan dan menyentuh langsung warga yang membutuhkan, tanpa melalui perantara kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi salah sasaran.
“Sangat bermanfaat di tengah efisiensi yang dialami pemerintah daerah sehingga belum bisa berbuat banyak. Bantuan seperti inilah yang bisa jadi stimulasi untuk membantu masyarakat di daerah, khususnya di daerah pemilihan kita,” ujar Rico Sia di hadapan awak media.
Kebijakan efisiensi anggaran saat ini memang menuntut kepekaan sosial yang tinggi dari para pemangku kebijakan di pusat dan daerah. Ketika ruang fiskal daerah terbatas untuk mengintervensi kesejahteraan secara masif, sinergi lintas sektor seperti yang dijalin antara legislatif, kementerian, dan perbankan menjadi jaring pengaman sosial yang efektif untuk menjaga daya beli masyarakat prasejahtera.
Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Suku Bangsa (Yapessa), Hartini Destiayu, menjelaskan bahwa distribusi bantuan ini dirancang proporsional berdasarkan tingkat kepadatan penduduk dan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing wilayah. Setiap distrik di Kota Sorong minimal menerima 100 paket, dengan alokasi lebih besar bagi wilayah dengan konsentrasi penduduk tinggi seperti Distrik Sorong Barat (Rufei) dan Sorong Timur yang menerima di atas 150 paket.
“Total dari seluruh sembako yang kita bagikan itu 2.650 paket, dan diutamakan bagi warga kurang mampu yang memang betul-betul membutuhkan,” jelas Hartini, yang akrab disapa Ayu.

Ia juga memaparkan bahwa alokasi dana CSR tersebut merupakan bagian dari program tahunan senilai kurang lebih Rp 2 miliar yang didistribusikan merata ke lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua Barat Daya. Penyaluran ini melibatkan sinergi erat di mana Kementerian UMKM mempercayakan BRI sebagai peninjau lapangan, yang kemudian menggandeng Yapessa sebagai mitra pelaksana penyaluran di tingkat akar rumput.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Warga dari 10 distrik tampak sabar menanti giliran melalui koordinator wilayah masing-masing. Kepedulian yang dihadirkan tidak hanya berhenti pada aspek material, tetapi juga terbangun melalui ruang komunikasi yang humanis. Usai penyerahan, sejumlah warga menyempatkan diri menghampiri Rico Sia untuk menyampaikan apresiasi secara langsung, disambut dengan senyuman hangat dan perbincangan akrab.
Melalui langkah konkret ini, kolaborasi antara wakil rakyat, kementerian, perbankan, dan lembaga masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai model gotong royong yang edukatif dan solutif memastikan bahwa kehadiran negara senantiasa dirasakan oleh masyarakat di beranda terluar Nusantara. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.