Kepala BPS Papua Barat Paparkan Kondisi Ekonomi Terbaru: Inflasi di Wilayah Sorong dan Papua Barat Daya Terkendali pada Februari 2026

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Ir. Merry, secara resmi memaparkan rangkuman eksekutif Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai perkembangan indeks harga konsumen, nilai tukar petani, hingga capaian produksi pangan untuk periode awal tahun 2026. Dalam laporannya, Ir. Merry menyoroti kondisi inflasi di wilayah Papua Barat Daya, yang mencakup pusat ekonomi di Sorong.

 

Berdasarkan data BRS No. 34-35/03/91/Th. XX, Provinsi Papua Barat Daya mencatatkan perkembangan harga yang cukup stabil. Pada Februari 2026, wilayah ini mengalami deflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,38 persen. Namun, jika dilihat secara tahunan (year-on-year), tingkat inflasi berada pada angka 4,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,21.

 

​”Dari tiga kota IHK di Papua Barat Daya, satu kota mengalami inflasi dan dua kota lainnya mengalami deflasi secara bulanan. Namun, secara tahunan, ketiga kota IHK tersebut tetap menunjukkan tren inflasi yang terkendali,” ujar Ir. Merry dalam paparannya.

 

Di sisi lain, Nilai Tukar Petani (NTP) di Papua Barat Daya pada Februari 2026 tercatat sebesar 99,62, atau mengalami penurunan sebesar 0,68 persen dibandingkan Januari 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,80 persen. Meski demikian, pemerintah terus memantau daya beli petani agar tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas pangan.

 

Selain inflasi, BPS juga merilis angka tetap produksi pangan tahun 2025 sebagai acuan ketahanan pangan di tahun 2026. Untuk wilayah Papua Barat Daya:

​Padi: Luas panen mencapai 0,31 ribu hektare dengan produksi sebesar 0,83 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dikonversikan, ini menghasilkan sekitar 0,50 ribu ton beras untuk konsumsi penduduk.

​Jagung: Luas panen jagung pipilan mencapai 0,43 ribu hektare dengan total produksi sebesar 2,73 ribu ton jagung pipilan kering (kadar air 14 persen).

​Sektor Pendukung: Ekspor dan Transportasi

Ir. Merry juga menjelaskan bahwa nilai ekspor Papua Barat Daya pada Januari 2026 mencapai US$ 1,72 juta. Komoditas unggulan utama adalah ikan dan udang, dengan Jepang sebagai negara tujuan ekspor terbesar (mencapai 36,63 persen dari total ekspor).

 

​Dari sisi mobilitas, transportasi udara di Papua Barat Daya menunjukkan aktivitas yang tinggi dengan jumlah penerbangan mencapai 1.409 kali pada Januari 2026, meskipun secara jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 9,09 persen dibandingkan Desember 2025 karena faktor musiman pasca-libur akhir tahun.

 

Melalui rilis ini, Ir. Merry menegaskan pentingnya data statistik sebagai basis pengambilan kebijakan bagi pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga barang pokok (inflasi) di Kabupaten Sorong dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan semangat “BerAKHLAK” dan persiapan menuju Sensus Ekonomi 2026 yang akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai peta kekuatan ekonomi di tanah Papua.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNAMIN Resmi Bentuk Disability Center, Sellvyana Sangkek Sebut Kampus Inklusif Berawal dari Perubahan Pola Pikir
Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah, Sembako Lengkap Hanya Rp75 Ribu
Masyarakat Sub Suku Moi Abun Sorong Komit Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo
Jaga Cendrawasih Hingga Penyu Belimbing, Pemerintah Papua Barat Daya Kemitraan Dengan Inggris
LMA Yapen Waropen Sorong Dorong Warga Perkuat Persatuan dan Kawal Pembangunan
‎Kepala Suku Tehit Sorong Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Program Pemerintah
Pemprov Papua Barat Daya Gelar Sosialisasi P3DN Demi Lindungi Konsumen dan Wujudkan Tertib Niaga
Kolaborasi BRI Peduli dan Yapessa Salurkan Ribuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kota Sorong

Komentar

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:01

UNAMIN Resmi Bentuk Disability Center, Sellvyana Sangkek Sebut Kampus Inklusif Berawal dari Perubahan Pola Pikir

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah, Sembako Lengkap Hanya Rp75 Ribu

Jumat, 11 September 2026 - 10:28

Masyarakat Sub Suku Moi Abun Sorong Komit Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo

Jumat, 11 September 2026 - 08:07

Jaga Cendrawasih Hingga Penyu Belimbing, Pemerintah Papua Barat Daya Kemitraan Dengan Inggris

Kamis, 10 September 2026 - 14:48

LMA Yapen Waropen Sorong Dorong Warga Perkuat Persatuan dan Kawal Pembangunan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page