JMSI Papua Barat Daya Anjangsana ke Wartawan Purna Bakti, Menjaga Nurani Pers di Usia ke-6 dan HPN ke-80

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews, SORONG, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 di Papua Barat Daya tidak hanya dirayakan dengan seremoni dan seremangkaian agenda organisasi. Di tengah dinamika industri media yang kian kompetitif, JMSI memilih merayakannya dengan cara yang lebih hening namun bermakna menengok dan memeluk kembali para wartawan purna bakti yang pernah menjadi penjaga nurani publik.

Rabu (11/2/2026), pengurus Daerah JMSI Papua Barat Daya menggelar anjangsana ke kediaman mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya periode 2019–2022, Lexi Sitanala. Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan pengingat bahwa sejarah pers daerah dibangun oleh kerja-kerja sunyi para jurnalis yang kini tak lagi aktif di ruang redaksi.

Dalam suasana kekeluargaan, Bendahara JMSI Papua Barat Daya, Olha Iranti Mulalinda, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin organisasi yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

“Kegiatan ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami kepada rekan-rekan jurnalis yang telah memasuki masa purna bakti. Kami ingin tetap menjaga silaturahmi dan menghormati jasa mereka,” ujarnya.

Menurut Olha, dunia jurnalistik bukan hanya tentang produksi berita, melainkan tentang membangun ekosistem solidaritas. Wartawan yang dahulu berada di garis depan mengawal demokrasi dan menyuarakan kepentingan publik, pada waktunya akan menghadapi fase kehidupan yang berbeda termasuk kondisi kesehatan yang menurun. Di titik itulah, organisasi profesi diuji apakah mampu menjaga nilai kebersamaan, atau sekadar hadir ketika sorotan publik menyala.

Bantuan yang diserahkan kepada Lexi Sitanala, kata Olha, merupakan hasil gotong royong anggota dan pengurus JMSI Papua Barat Daya. Nilainya mungkin tak sebanding dengan pengabdian panjang seorang jurnalis, tetapi ia menjadi simbol bahwa hubungan antarsesama insan pers tak terputus oleh waktu dan jabatan.

Lexi Sitanala sendiri diketahui telah beberapa tahun terakhir berjuang melawan sakit yang membuatnya tidak lagi aktif menjalankan tugas jurnalistik. Bagi sebagian orang, berhentinya aktivitas di ruang redaksi mungkin berarti hilangnya panggung. Namun bagi keluarga dan rekan sejawat, dedikasi yang telah ditorehkan tetap menjadi warisan moral.

Mewakili keluarga, istri Lexi Sitanala menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kunjungan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih karena rekan-rekan jurnalis masih peduli dan mengingat jasa suami kami. Perhatian ini sangat berarti bagi keluarga,” ungkapnya.

Ucapan itu sederhana, namun menyiratkan makna mendalam bahwa perhatian kolektif memiliki daya penyembuh, bukan hanya bagi fisik yang lemah, tetapi juga bagi semangat dan harga diri seorang pejuang informasi.

Di tengah peringatan HPN ke-80, momen ini menjadi refleksi bahwa kebebasan pers dan profesionalisme tidak berdiri sendiri. Ia ditopang oleh jejaring solidaritas, oleh penghormatan terhadap generasi pendahulu, serta oleh kesadaran bahwa profesi wartawan adalah panggilan pengabdian sosial.

Anjangsana JMSI Papua Barat Daya menjadi pengingat bahwa di balik berita-berita besar yang pernah ditulis, ada manusia dengan keluarga, harapan, dan perjuangan hidup. Pers yang kuat bukan hanya yang kritis terhadap kekuasaan, tetapi juga yang setia menjaga kemanusiaan di antara sesamanya.

Di penghujung kegiatan, penyerahan bantuan kepada Lexi Sitanala dan keluarga dilakukan dengan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah, tidak ada sorotan lampu kamera berlebihan. Hanya silaturahmi, doa, dan komitmen untuk terus merawat nilai-nilai solidaritas.

Dalam usia JMSI yang ke-6 dan perjalanan panjang pers nasional yang telah memasuki delapan dekade, langkah kecil ini menjadi pesan besar: bahwa menjaga martabat jurnalis bahkan setelah ia tak lagi memegang pena adalah bagian dari menjaga kehormatan pers itu sendiri.(**)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diikuti Peserta dari 6 Distrik, Kontes Sapi Bali Pemkab Sorong Jadi Wadah Pemetaan Bibit Unggul
​Kekurangan Petugas Inseminator di Kab. Sorong Jadi Tantangan Sektor Peternakan, Pemkab Diharapkan Tambah Personel
Tekan Pernikahan Dini, INKLUSI Bersama Pemkab Sorong dan LAKPESDAM Rumuskan Regulasi Strada PPPA
Balai PBPK Gembleng Pelaku Lapangan, Kawal Akselerasi Program PISEW 2026 di Tanah Papua
Momen Khidmat Pemotongan Tumpeng Warnai Peringatan HUT ke-15 Garnita Malahayati NasDem PBD, Ini Pesan Hartini Destiayu
Langkah Nyata Pemkab Sorong dan INKLUSI: Dorong Penundaan Nikah Usia Dini Melalui Mimbar Lintas Agama
Genjot Infrastruktur !! Dinas PU Kabupaten Sorong Manfaatkan Google Drive untuk Respons Cepat Jalan Rusak
Konvoi Ribuan Massa Penutupan Piala Dunia di Sorong Sukses Dikendalikan, Fans Argentina Ucapkan: Terima Kasih Polisi

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:52

Diikuti Peserta dari 6 Distrik, Kontes Sapi Bali Pemkab Sorong Jadi Wadah Pemetaan Bibit Unggul

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12

​Kekurangan Petugas Inseminator di Kab. Sorong Jadi Tantangan Sektor Peternakan, Pemkab Diharapkan Tambah Personel

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:22

Tekan Pernikahan Dini, INKLUSI Bersama Pemkab Sorong dan LAKPESDAM Rumuskan Regulasi Strada PPPA

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:12

Balai PBPK Gembleng Pelaku Lapangan, Kawal Akselerasi Program PISEW 2026 di Tanah Papua

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:49

Momen Khidmat Pemotongan Tumpeng Warnai Peringatan HUT ke-15 Garnita Malahayati NasDem PBD, Ini Pesan Hartini Destiayu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page