Papua Barat Daya Online News, SORONG-Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Kota Sorong, Selasa (20/10/26).
Ekspedisi yang berlangsung pada 20-28 Oktober 2026 itu menyasar sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan layanan penukaran uang Rupiah, tetapi juga menghadirkan edukasi mengenai mata uang nasional, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan ERB merupakan bagian dari komitmen BI memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah 3T.
”Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 dilaksanakan pada 20-28 Oktober 2026 di wilayah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya,” kata Setian.
Menurut dia, ketersediaan uang Rupiah di wilayah terpencil memiliki arti penting, bukan hanya bagi aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.
Dalam ERB 2026, BI menyiapkan modal kerja sebesar Rp 10,6 miliar untuk kebutuhan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat.
Dana tersebut digunakan untuk layanan penukaran secara ritel maupun wholesale atau dalam jumlah besar.
Jumlah itu meningkat sekitar 10,4 persen dibandingkan modal kerja pada ERB 2025 yang mencapai Rp 9,6 miliar.
Selain menyediakan uang layak edar, tim juga melakukan penarikan uang yang sudah tidak layak edar untuk digantikan dengan uang baru melalui kebijakan clean money policy.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar sekaligus mendukung kelancaran transaksi masyarakat.
BI juga memberikan edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).Edukasi mencakup pengenalan ciri-ciri keaslian Rupiah, cara merawat uang, tata cara bertransaksi secara aman, serta pemahaman mengenai kewajiban menggunakan Rupiah dalam transaksi di wilayah Indonesia.
ERB 2026 menjangkau enam lokasi di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Enam lokasi tersebut meliputi Kabupaten Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yenu, Pulau Sawuandarek, dan Pulau Waisai.
Kegiatan ini ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai kebutuhan, serta dalam kondisi layak edar.
Kehadiran layanan tersebut menjadi penting mengingat karakter geografis wilayah Papua yang terdiri atas banyak pulau dengan akses transportasi dan konektivitas yang tidak selalu mudah.
Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko mengatakan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus tanggung jawab untuk memastikan kehadiran negara di seluruh wilayah.
Menurut dia, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar dan terpencil membutuhkan pelayanan yang dapat menjangkau mereka secara langsung.
”Tantangan geografis ini tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerataan pembangunan,” ujar Djatmoko.
Ia mengatakan sinergi BI dan TNI AL memiliki peran strategis. TNI AL menjalankan fungsi pertahanan dan menjaga kedaulatan wilayah perairan, sedangkan BI berperan menjaga kedaulatan ekonomi melalui pengelolaan Rupiah dan menjaga ketersediaan uang nasional.Dalam ekspedisi tersebut, KRI Layaran-854 membawa tim untuk menjalankan pelayanan keuangan, edukasi, serta kegiatan sosial di sejumlah wilayah sasaran.
Djatmoko juga meminta seluruh personel KRI Layaran-854 menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan keselamatan selama pelayaran.Tak hanya layanan keuangan
ERB 2026 juga diisi pelayanan kesehatan serta kegiatan pencegahan stunting bagi masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Pelayanan tersebut menyasar masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta menjaga kesehatan keluarga.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan pelayanan ekonomi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut baik pelaksanaan ERB 2026.
Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yusdi L. Lamatenggo, menyampaikan apresiasi kepada BI dan TNI AL yang menghadirkan pelayanan hingga wilayah kepulauan dengan tantangan geografis.
Menurut Yusdi, ERB merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.Ia menilai ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan Indonesia.
”Kehadiran Rupiah yang layak edar hingga pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusdi dalam sambutannya.
Yusdi juga mengapresiasi layanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting yang menjadi bagian dari rangkaian ekspedisi.
Menurut dia, generasi yang sehat merupakan modal penting bagi masa depan Papua Barat Daya dan Indonesia.
Karena itu, ia berharap sinergi antara BI, TNI AL, pemerintah daerah, perbankan, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendukung pembangunan yang lebih inklusif di wilayah kepulauan.
Rupiah sebagai simbol kehadiran negara
Yusdi mengajak masyarakat untuk mencintai Rupiah dengan mengenali ciri keasliannya, merawat uang dengan baik, dan menggunakannya dalam transaksi sehari-hari sesuai ketentuan.
Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, ketersediaan Rupiah tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi. Lebih dari itu, keberadaan Rupiah menjadi simbol keterhubungan masyarakat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.ERB 2026 juga memperlihatkan bahwa keterbatasan geografis tidak semestinya menjadi penghalang bagi pemerataan pelayanan publik.
Melalui ekspedisi tersebut, BI dan TNI AL berupaya memastikan layanan keuangan, edukasi, kesehatan, dan kegiatan sosial dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses dan konektivitas.
Pada akhirnya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar perjalanan membawa uang ke wilayah terpencil. Ekspedisi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas Rupiah sekaligus memperkuat kehadiran negara hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.