Papua Barat Daya Online News, SORONG-Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 4 Universitas Brawijaya menggelar pelatihan praktik sambung atau grafting vegetatif tanaman buah unggul di Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Sabtu (19/9/26). Kegiatan yang diikuti sekitar 45 warga ini bertujuan membekali kelompok tani dengan keterampilan memperbanyak bibit secara mandiri.
Peserta yang hadir berasal dari Kampung Klawosom serta sejumlah wilayah sekitar seperti Wariyau, Mlais, dan Wonosari. Pelatihan ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat, di antaranya kelompok tani Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi.
Bagi sebagian besar warga, teknik grafting merupakan hal baru. Kendati demikian, tingginya rasa ingin tahu membuat peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari sesi penjelasan, demonstrasi, hingga praktik langsung didampingi tim pendamping.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot 4, Syamsul Arifin, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengacu pada Modul 5 Seri Modul Pendampingan Klamono-Segun berjudul “Buku Saku Praktis Teknik Sambung (Grafting) Vegetatif Tanaman Buah Unggul” yang disusun bersama Muhammad Harun Rasyid A., S.Hut.
Modul tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan Agroforestri Intensif di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun.
”Keterampilan grafting merupakan salah satu bekal yang diharapkan dapat terus dikembangkan masyarakat. Dengan kemampuan memperbanyak bibit secara mandiri, kelompok tani tidak hanya menjadi pengguna bibit, tetapi juga dapat mulai berperan dalam menghasilkan dan mengembangkan bibit tanaman unggul sesuai kebutuhan mereka,” ujar Syamsul.
Melalui teknik ini, masyarakat diperkenalkan cara menggabungkan batang bawah yang adaptif dengan entres dari tanaman induk unggul. Metode tersebut dinilai lebih efektif dibanding penanaman dari biji karena tanaman dapat lebih cepat berbuah sekaligus mempertahankan sifat unggul induknya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan selama praktik pemilihan bahan dan penyambungan. Sejumlah peserta bahkan berinisiatif mencoba kembali secara mandiri di Rumah Persemaian “Bina Brawijaya” serta meminta hasil grafting untuk dibawa pulang dan dirawat di pekarangan rumah masing-masing.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, keterampilan sederhana ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelompok tani di Klamono-Segun agar semakin mandiri dalam mengelola dan mengembangkan tanaman di lahan mereka.[CR-14]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.