Papua Barat Daya Online News SORONG-Kepolisian Sektor (Polsek) Klamono kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Melalui program Police Go to School, jajaran Polsek Klamono menyambangi SMA Negeri 4 Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.Senin (28/09/26)
Kegiatan yang dikemas melalui pembinaan saat upacara bendera hari Senin ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Klamono, IPTU Waryo, S.P. Kehadiran pimpinan kepolisian di sekolah ini disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari Wakil Kepala SMA Negeri 4 Klamono, Hendra, dewan guru, hingga ratusan siswa-siswi yang mengikuti upacara dengan khidmat.
Dalam amanatnya, IPTU Waryo, S.P., menekankan bahwa masa remaja adalah masa emas sekaligus masa penentu bagi masa depan seseorang. Oleh karena itu, para pelajar diajak untuk senantiasa membiasakan diri hidup disiplin, rajin belajar, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
“Kunci utama kesuksesan di masa depan dimulai dari kedisiplinan hari ini. Jadilah pribadi yang rajin, bertanggung jawab, dan selalu menghargai waktu,” ungkap IPTU Waryo di hadapan para siswa.
Selain kedisiplinan personal, Kapolsek juga memberikan perhatian khusus pada pentingnya etika dan adab terhadap tenaga pendidik. Ia mengingatkan para siswa agar senantiasa menghormati guru dan tidak pernah melawan atau menentang nasihat mereka.
“Ketegasan dan kedisiplinan yang diberikan oleh bapak dan ibu guru di sekolah bukanlah bentuk kebencian, melainkan bentuk kasih sayang murni agar kalian kelak menjadi orang-orang hebat yang berkarakter mulia,” tegasnya.
Sesi paling krusial dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan minuman keras (miras). IPTU Waryo menjelaskan bahwa kedua hal tersebut merupakan musuh bersama yang siap menghancurkan masa depan generasi bangsa.
“Jauhi miras dan narkoba karena tidak ada manfaatnya sama sekali. Barang-barang haram ini justru hanya akan membawa petaka, kehancuran fisik, dan kecelakaan bagi siapa saja yang mengonsumsinya,” tegas IPTU Waryo.
Penggunaan zat-zat berbahaya ini memicu ketergantungan dan kecanduan kronis, di mana narkoba dan miras merusak sistem saraf pusat serta menciptakan dorongan psikologis yang sangat kuat sehingga korban akan terus-menerus mencari dan mengonsumsinya meski tahu dampaknya merusak.
Konsumsi jangka panjang juga memicu kerusakan organ vital secara permanen pada otak, hati, dan jantung, sekaligus menurunkan fungsi kognitif serta daya ingat remaja.
Selain itu, para pengguna sangat rentan mengalami gangguan mental dan emosional seperti depresi, kecemasan berlebih, halusinasi, hingga perubahan perilaku drastis yang memicu tindakan kriminal atau kekerasan. Pada akhirnya, kecanduan tersebut akan menghancurkan konsentrasi belajar, memicu tingkat absensi yang tinggi, dan berujung pada putus sekolah serta hilangnya kesempatan emas untuk meraih cita-cita.
Selain bahaya zat adiktif, Kapolsek Klamono juga mengingatkan para siswa agar waspada terhadap berbagai bentuk pengaruh buruk di era digital, termasuk paparan radikalisme dan ajakan-ajakan yang berpotensi menyimpang dari nilai-nilai Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik adalah penjaga kedaulatan negeri ini. Jangan mudah terprovokasi, jangan terpengaruh oleh ajakan kelompok tertentu yang ingin memecah belah persatuan, dan tetaplah berpegang teguh pada cinta tanah air serta Pancasila,” pesan IPTU Waryo dengan penuh semangat nasionalisme.
Wakil Kepala SMA Negeri 4 Klamono, Hendra, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Kapolsek Klamono beserta jajaran Bhabinkamtibmas Distrik Klamono, Waryo S. Putra, di sekolah mereka.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Polsek Klamono. Edukasi langsung dari kepolisian ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi penguatan karakter anak-anak didik kami agar terhindar dari pergaulan bebas dan hal-hal negatif,” ujar Hendra.
Melalui kegiatan Police Go to School ini, Polsek Klamono berharap sinergi antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua dapat terus terjalin erat. Langkah preventif ini diyakini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta melahirkan generasi muda Papua Barat Daya yang cerdas, disiplin, tangguh, dan setia kepada NKRI. [AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.