Papua Barat Daya Online News, SORONG-Menandai babak baru bagi Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Pada hari tersebut, Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” secara resmi diresmikan sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun.
Fasilitas ini merupakan inisiatif strategis dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 4, hasil kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.
Mengusung tema “Penguatan dan Pendampingan Sistem Agroforestri Intensif Kelompok Tani untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun”, TEP 4 memfokuskan program ini pada penyediaan bibit lokal unggul serta penguatan kapasitas petani lokal.
Ketua TEP 4, Syamsul Arifin, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa rumah persemaian ini dirancang bukan sekadar tempat pembibitan fisik, melainkan sebagai pusat pembelajaran bersama.
”Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tempat pembibitan, tetapi menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lahan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Syamsul.Sabtu (19/09/26)
Peresmian ini dihadiri oleh sekitar 45 peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut:
1.Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Provinsi Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A.
2. Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Barat Daya, Ronald Yunus Noya, S.Si.
Penelaah Teknis dan Kebijakan Bidang Transmigrasi Kabupaten Sorong
3.Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, S.Pd., M.M.
4.Tim Ekspedisi Patriot, serta perwakilan kelompok tani dan warga setempat.
Prosesi peresmian ditandai secara simbolis dengan penandatanganan plakat oleh Kepala Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A., yang didampingi oleh jajaran Pemerintahan Distrik Klamono dan Ketua TEP 4.
Sebelum peresmian, kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan kelompok tani setempat, seperti Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi.
Melalui dialog ini, para petani memaparkan kondisi, kebutuhan, serta harapan mereka secara langsung. Langkah ini memastikan bahwa pengembangan sistem agroforestri di Klawosom benar-benar tumbuh dari pengalaman nyata dan kebutuhan masyarakat akar rumput.
Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan kelompok tani, Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” diharapkan terus hidup dan memberikan manfaat jangka panjang menumbuhkan pengetahuan, kemandirian ekonomi, serta kelestarian lingkungan bagi masa depan Kampung Persiapan Klawosom. [Cr-14]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.