Papua Barat Daya Online News, SORONG-Suasana di sejumlah pangkalan ojek dan titik kumpul driver Maxim di wilayah hukum Polres Sorong mendadak ramai, Kamis (25/06/26). Bukan karena razia, melainkan kehadiran jajaran satuan lalu lintas yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Sorong, AKP Jopi Kewilaa,menemui para mitra lalu lintas untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mengedukasi keselamatan berkendara dalam rangka menyambut Dirgahayu Bhayangkara ke-80.

Dalam kunjungan tersebut, AKP Jopi Kewilaa tidak hanya memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap para pekerja jalanan, tetapi juga menekankan pentingnya peran pengemudi ojek dan driver online sebagai garda terdepan keselamatan di jalan raya.
Sebagai mitra yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam sehari di jalanan, komunitas ojek dan driver Maxim memiliki peran strategis. AKP Jopi mengajak para mitra untuk tidak sekadar mencari nafkah, melainkan menjadi “Pelopor Berlalu Lintas.”
”Kami ingin mengubah pandangan bahwa komunitas ojek bukan hanya subjek penertiban, melainkan mitra strategis Polri. Dengan kedisiplinan yang mereka tunjukkan seperti penggunaan helm SNI, kelengkapan surat, dan kepatuhan pada rambu mereka secara otomatis memberikan edukasi visual kepada masyarakat luas bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar formalitas,” ujar AKP Jopi.

Kegiatan ini rupanya menarik perhatian luas, termasuk netizen yang merespons dengan jenaka namun apresiatif. Dalam kolom komentar media sosial, akun Suci Nurul Hidayati menuliskan: “Lihat baju hijo” semua lari 😂 padahal mau dapat bantuan buat ojek”. Makasih Pakpol 💚”.

Komentar ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis Polri kini semakin diterima dengan baik. “Ketakutan” yang sempat dirasakan mitra saat melihat seragam polisi seketika mencair saat bantuan tali asih dibagikan. Ini menunjukkan adanya jembatan komunikasi yang kokoh antara kepolisian dan masyarakat kecil, mengubah kesan kaku menjadi kedekatan yang lebih solutif.
Di sela-sela pemberian bantuan, AKP Jopi Kewilaa memberikan atensi khusus terkait euforia Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung. Ia mengingatkan bahwa merayakan kemenangan tim favorit adalah hal yang wajar, namun jangan sampai kebablasan.
”Kami sangat mewanti-wanti masyarakat, terutama anak muda dan para mitra jalanan, untuk menghindari euforia berlebihan seperti konvoi liar yang menutup jalan. Ingat, sudah ada preseden buruk di mana euforia yang tidak terkendali berujung pada hilangnya nyawa di jalan raya,” tegas Kasat Lantas.

Pihak Satlantas Polres Sorong menghimbau masyarakat untuk merayakan pesta bola dengan tertib:
1. Hindari Konvoi: Tidak melakukan konvoi kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan dan kecelakaan.
2. Utamakan Etika: Tetap patuhi rambu lalu lintas meskipun dalam suasana merayakan kemenangan.
3. Peka Situasi: Jangan merusak ketenangan warga lain yang sedang beristirahat.
”Mari kita jaga Sorong tetap kondusif. Biarkan euforia Piala Dunia dirasakan sebagai kegembiraan, bukan sumber petaka bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Jadilah suporter yang cerdas dan pengendara yang bijak,” tutup AKP Jopi.
Dengan sinergi antara kepolisian dan komunitas mitra lalu lintas ini, diharapkan ketertiban di wilayah Sorong dapat terus terjaga, menciptakan kenyamanan bagi seluruh warga dalam beraktivitas.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.