Papua Barat Daya Online News, SORONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sorong secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Gelombang II. Kegiatan krusial yang bertujuan melahirkan basis data ekonomi yang kokoh ini berlangsung secara intensif di Aimas Hotel selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Juni 2026, guna mempersiapkan para petugas lapangan sebelum terjun langsung melakukan pencacahan di seluruh wilayah Kabupaten Sorong.
Acara strategis nasional tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Sorong, Masadi Yanry Koupun, S.ST., dengan mengusung tema besar yang transformatif: “Mencatat Ekonomi Indonesia, Mewujudkan Data untuk Masa Depan”.
Kebutuhan Struktural dan Manfaat Penyebaran Data Akurat
Dalam arahannya, Masadi Yanry Koupun, S.ST. menjelaskan secara mendalam bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu wujud kebutuhan struktural yang sangat vital bagi eksistensi strategis negara. Hasil dari kompilasi sensus ini akan menghasilkan penyebaran data yang komprehensif dan akurat mengenai lanskap serta peta kekuatan ekonomi nasional, khususnya di wilayah kepala burung Papua.

Manfaat utama dari akurasi persebaran data ini adalah sebagai kompas navigasi utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun regulasi kebijakan strategis, perencanaan blueprint pembangunan infrastruktur ekonomi jangka panjang, hingga program jaminan sosial dan bantuan usaha yang tepat sasaran.
Data yang valid secara otomatis meminimalisir salah target dalam intervensi kebijakan fiskal, sehingga pertumbuhan ekonomi regional dapat dipacu secara lebih merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
”Akurasi data adalah harga mati. Sensus Ekonomi 2026 ini bukan sekadar rutinitas statistik sepuluh tahunen, melainkan fondasi struktural tempat kita merancang masa depan ekonomi daerah. Kebijakan yang salah lahir dari data yang salah. Oleh karena itu, integritas petugas di lapangan adalah kunci utama,” tegas Kepala BPS Kabupaten Sorong, Masadi Yanry Koupun, S.ST.
Sinergitas Struktural Memadukan Tugas dan Tanggung Jawab Lintas Lembaga
Kesuksesan agenda berskala nasional ini disadari tidak dapat bertumpu pada pundak BPS semata, melainkan menuntut dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sorong melalui integrasi dan sinergitas yang kokoh antar-lembaga terkait.
Hubungan kerja struktural ini harus mewujud dalam satu kesatuan kerja (satker) yang harmonis dan inklusif, mengingat adanya irisan tugas serta tanggung jawab regulasi yang wajib dipadukan secara tepat di lapangan.
Dalam konteks penguatan ekosistem dunia usaha, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sorong mengambil peran strategis sebagai mitra utama BPS. Kepala DPMPTSP Kabupaten Sorong, Dr. Salmon Samori, S.Sos, M.Si., menegaskan komitmen jajarannya untuk membangun koordinasi lintas sektor yang solid dan dinamis.
Integrasi data riil menjadi kunci utama dalam keterpaduan ini. DPMPTSP, di bawah kepemimpinan Dr. Salmon Samori, S.Sos, M.Si., memiliki basis data reguler terkait perizinan usaha, penanaman modal dalam negeri, serta profil korporasi yang bergerak di wilayah hukum Kabupaten Sorong.
Ketika tanggung jawab pengawasan regulasi perizinan dari DPMPTSP dipadukan secara taktis dengan fungsi metodologi pencacahan statistik yang dimiliki oleh BPS, akan tercipta sebuah basis data tunggal (single source of truth) yang sangat kuat.
Sinergitas ini memastikan bahwa data izin usaha yang tercatat secara administratif di dinas teknis akan tervalidasi secara faktual oleh petugas BPS di lapangan, sekaligus mempermudah pemetaan pelaku usaha yang belum terdaftar agar masuk ke dalam ekosistem formal.

”Sinergitas antara DPMPTSP dan BPS adalah wujud nyata komitmen satu data. Kami memadukan data perizinan formal dengan pencacahan faktual BPS agar seluruh dinamika investasi dan pergerakan usaha di Kabupaten Sorong terekam utuh. Kami menginstruksikan seluruh jajaran dinas hingga ke tingkat bawah untuk mengawal penuh jalannya sensus ini,” ujar Kepala DPMPTSP Kabupaten Sorong, Dr. Salmon Samori, S.Sos, M.Si.
Geografis dan Optimasi UMKM
Sinergitas lintas lembaga ini juga sekaligus menjadi jawaban strategis atas karakteristik geografis Kabupaten Sorong yang dikenal sangat menantang. Geografi wilayah ini mencakup wilayah pedalaman yang pekat, kawasan pesisir, hingga gugusan kepulauan yang aksesibilitas transportasi dan komunikasinya masih sangat terbatas serta sulit dijangkau.
Namun, hambatan fisik tersebut tidak menyurutkan komitmen institusional. Dengan dukungan topangan aparatur pemda hingga tingkat distrik dan kepala kampung (tokoh adat setempat), BPS berkomitmen penuh mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia dan logistik secara maksimal.
Langkah taktis ini diimplementasikan demi menjunjung tinggi asas keadilan data tidak boleh ada satu pun unit usaha rakyat yang terlewatkan.
BPS dan Pemerintah Daerah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung utama ekonomi kerakyatan, termasuk usaha informal mandiri berskala rumah tangga (status sensus keluarga). Melalui pelatihan intensif gelombang kedua ini, para petugas dibekali teknik identifikasi aktivitas ekonomi keluarga secara detail agar seluruh potret UMKM terekam utuh tanpa ada diskriminasi skala usaha.
Sebagaimana terdokumentasi dalam pelaksanaan acara pada foto rilis , suasana pelatihan gelombang kedua ini berlangsung dengan sangat dinamis, tertib, dan penuh fokus. Para instruktur nasional membekali peserta dengan penguasaan teknologi pendataan digital berbasis aplikasi serta teknik wawancara persuasif-humanis agar masyarakat di lapangan merasa aman, nyaman, dan percaya untuk memberikan data mereka yang sesungguhnya.

Di hadapan awak media Kepala BPS Kabupaten Sorong kembali mengimbau dengan tegas kepada seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha mikro, pedagang pasar tradisional, hingga korporasi skala besar di wilayah Kabupaten Sorong untuk mendukung penuh jalannya SE2026.
Masyarakat diharapkan menyambut petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur, benar, dan apa adanya. Data akurat yang Anda berikan adalah modal dan investasi utama dalam membangun masa depan daerah yang berkemajuan dan berkelanjutan.[RA]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.