Papua Barat Daya Online News, SORONG- Bantuan bahan pokok dari Pemerintah Pusat menyasar masyarakat adat Biak di Kabupaten Sorong. Penyaluran bantuan dipusatkan di kawasan SP3, Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala Suku Biak Kabupaten Sorong, Moses Adadikam, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Papua. Secara khusus, ia melayangkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
”Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan sembako ini sangat berarti dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Moses Adadikam.
Moses menilai skema bantuan sembako ini berdampak nyata dalam menopang dapur warga sekaligus menegaskan kepedulian negara terhadap peningkatan kesejahteraan di daerah.
“Berbagai program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga telah memberikan dampak positif yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Atas dasar itu, masyarakat adat Biak Kabupaten Sorong menyatakan komitmen untuk mengawal dan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto beserta deretan program strategis lainnya. Moses mengajak seluruh warga adat Biak mengambil peran aktif dalam agenda pembangunan serta menjaga hubungan harmonis dengan pemerintah dan aparat keamanan.
”Kami mengajak masyarakat adat Biak untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu atau informasi yang dapat memecah belah persatuan. Jika ada persoalan, hendaknya kita selesaikan bersama melalui jalur komunikasi dan musyawarah dengan mengedepankan sikap saling menghormati serta toleransi,” tegasnya.
Mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Moses mengimbau seluruh elemen di Kabupaten Sorong, khususnya warga adat Biak, untuk bahu-membahu menjaga kedamaian lingkungan. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kunci utama meredam potensi konflik dan menciptakan kondusivitas wilayah.
”Aksi sosial ini tak sekadar menopang piring terbang warga, tetapi juga menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional di Papua Barat Daya,” pungkas Moses. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.