Layanan Damkar Jadi Kritik Tajam,Dua Anggota DPRK Sorong Fraksi PDIP Bergerak Cepat Kerahkan Excavator

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Sehari setelah api melahap habis rumah milik Jumail Gondoh (70) di Jalan Apel, Kelurahan Malagusa, Distrik Aimas, Selasa pagi (27/1/2026), puing-puing hitam masih berserakan. Bau kayu terbakar belum sepenuhnya hilang. Di atas lahan yang hangus itu, dua anggota DPRD Kabupaten Sorong terlihat turun langsung.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sorong, Isak Yable saat memberikan statment

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sorong, Isak Yable, bersama rekannya, Hery Widyaprasetya, bergerak cepat membantu korban. Sebuah alat berat excavator dikerahkan untuk membersihkan sisa bangunan yang roboh, membuka kembali lahan agar dapat digunakan korban.

“Kami berkoordinasi langsung dengan Bapak Jumail. Beliau ingin tetap tinggal di tanah ini, meski rumahnya sudah habis terbakar. Karena itu kami bantu bersihkan puing-puing supaya bisa segera ditata ulang,” ujar Hery Widyaprasetya di lokasi.

Selain itu, Hery mengungkapkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sorong agar korban segera mendapatkan bantuan hunian yang layak.

Hery Widyaprasetya anggota DPRK Sorong ikut melihat langsung di tempat terjadinya kebakaran.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sorong untuk pembangunan rumah layak huni bagi korban. Alhamdulillah, hal ini telah direspons dan di-ACC langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Bapak Amatus Turot,” kata Hery.

Menurutnya, langkah ini penting agar korban tidak terlalu lama tinggal dalam kondisi darurat pascakebakaran, mengingat usia Jumail yang sudah lanjut dan keterbatasan penglihatan.

Di balik aksi cepat tersebut, Isak Yable melontarkan kritik keras terhadap sistem penanggulangan kebakaran di Kabupaten Sorong. Menurut dia, peristiwa di Aimas kembali membuka persoalan lama minimnya armada pemadam, lemahnya respons, dan tata kelola kelembagaan yang tumpang tindih.

“Mobil pemadam ada, tapi tidak optimal. Personelnya masih bergabung dengan Satpol PP, sehingga terjadi dual fungsi. Ini membuat respons di lapangan tidak fokus dan sering terlambat,” kata Isak.

Ia menilai, struktur yang tidak mandiri menyebabkan layanan pemadaman sulit diakses warga, terutama di kawasan padat permukiman. Padahal, dalam situasi darurat, hitungan menit sangat menentukan apakah api bisa dikendalikan atau justru menghanguskan segalanya.

Isak mendesak pemerintah daerah segera membenahi sistem secara menyeluruh, mulai dari pemisahan kelembagaan dinas pemadam kebakaran, penambahan armada, hingga peningkatan kapasitas personel. “Jangan sampai setiap kebakaran selalu berakhir dengan cerita yang sama warga berjuang sendiri dengan alat seadanya, sementara pemerintah terkesan selalu datang terlambat,” ujarnya.

Kebakaran yang menghanguskan rumah Jumail, yang diduga bermula dari pembakaran sampah di belakang rumah, menjadi pengingat bahwa risiko bencana di kawasan permukiman padat tidak bisa dihadapi dengan sistem yang setengah matang. Di tengah keterbatasan itu, langkah cepat dua anggota dewan di Aimas setidaknya memberi harapan, sekaligus menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada tanggung jawab dalam melindungi setiap warganya. (RA)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎​Wakili Pemprov Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek Siap Beberkan Strategi Tiga Pilar Ekspor di Forum Bank Indonesia
‎Seleksi Sekda PBD: Sellvyana Sangkek Dorong Smart Governance, Ekonomi Kerakyatan, dan Harmonisasi Adat
‎Kabut Asap Kepung Sorong! Siswa Belajar dari Rumah, Pemerintah Kabupaten Sorong Minta Warga Kurangi Mobilitas Luar Rumah
‎BAP DPD RI Turun Tangan Tuntaskan Hak Eks Pekerja PetroChina dan Petrogas
Pertamina dan Pemkab Merauke Resmikan SPBU Khusus Petani Pertama di Indonesia Timur
Polisi Selidiki Dugaan Perburuan Penyu Sisik oleh WNA Tiongkok di Kawasan Konservasi Raja Ampat
Bidik Kesejahteraan Transmigran Lokal, Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya Petakan Pendapatan Warga Klamono-Segun
Satlantas Polres Sorong Gelar Razia Rutin, Temukan Beragam Pelanggaran hingga Kendaraan Dinas Tak Lengkapi Dokumen

Komentar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:49

‎​Wakili Pemprov Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek Siap Beberkan Strategi Tiga Pilar Ekspor di Forum Bank Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:25

‎Seleksi Sekda PBD: Sellvyana Sangkek Dorong Smart Governance, Ekonomi Kerakyatan, dan Harmonisasi Adat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:46

‎Kabut Asap Kepung Sorong! Siswa Belajar dari Rumah, Pemerintah Kabupaten Sorong Minta Warga Kurangi Mobilitas Luar Rumah

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12

‎BAP DPD RI Turun Tangan Tuntaskan Hak Eks Pekerja PetroChina dan Petrogas

Sabtu, 26 September 2026 - 13:58

Pertamina dan Pemkab Merauke Resmikan SPBU Khusus Petani Pertama di Indonesia Timur

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page