Papua Barat Daya Online News, SORONG-Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober kembali menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk di tanah Papua. Kepala Sub Suku Moi Abun Kabupaten Sorong, Ananias Maas, menyerukan agar momentum ini dimanfaatkan secara nyata untuk memperkuat persatuan, merawat toleransi, dan meningkatkan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Sebagai tokoh adat yang vokal dalam menyuarakan kedamaian, Ananias menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila sangat relevan dan menjadi fondasi kokoh dalam menyatukan berbagai suku, budaya, serta latar belakang yang ada di Papua.
”Nilai-nilai Pancasila memiliki peran yang sangat krusial dalam kehidupan masyarakat kita di Papua yang sangat majemuk. Keberagaman suku, budaya, dan latar belakang ini bukanlah pemecah, melainkan kekuatan besar yang harus kita jaga bersama demi membangun kehidupan yang harmonis,” ungkap Ananias Maas dalam keterangannya.Kamis (01/09/26)
Lebih lanjut, Ananias mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan semangat persatuan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati antarwarga, merawat toleransi beragama dan berbudaya, serta membudayakan kembali semangat gotong royong.
Ia juga berpesan agar setiap permasalahan yang timbul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara musyawarah dengan mengutamakan kepentingan bersama di atas ego kelompok.
”Mari kita terapkan semangat persatuan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi yang tinggi, mengedepankan gotong royong, serta menyelesaikan berbagai persoalan dengan selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas segalanya,” ajak Ananias.
Dalam kesempatan yang sama, Ananias turut mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan serta kedamaian, khususnya di wilayah Kabupaten Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya secara keseluruhan. Ia menilai bahwa suasana yang aman dan kondusif adalah syarat mutlak agar roda perekonomian dan aktivitas warga dapat berjalan lancar.
”Situasi yang aman dan kondusif sangat menentukan. Ini adalah bagian terpenting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari serta menjamin keberlanjutan pembangunan di daerah kita tercinta,” tegasnya.
Selain masalah persatuan dan keamanan, Ananias juga menyoroti sektor-sektor krusial yang harus menjadi perhatian utama dalam proses pembangunan di Papua Barat Daya. Ia berharap pemerintah dan pemangku kepentingan terus memfokuskan program kerja pada sektor-sektor yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat.
”Kita mendorong agar pembangunan ke depan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Fokus utamanya harus diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat lokal, serta pemerataan pembangunan infrastruktur,” himbau Ananias.
Selain itu tokoh adat Suku Moi Abun ini mengingatkan pentingnya menjaga identitas kultural lokal di tengah arus modernisasi. Ia menilai bahwa pelestarian adat dan budaya masyarakat Moi harus terus berjalan beriringan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.
”Nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Moi perlu terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus kita. Pelestarian adat ini dapat berjalan seiring dan selaras dengan semangat persatuan serta nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi titik tolak bersama untuk memperkuat persatuan, menghormati keberagaman, menjaga kedamaian, dan mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sorong serta Papua Barat Daya.[CR-14]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.