Papua Barat Daya Online News,JAKARTA- Di tengah menguatnya dinamika internal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pasca-kongres, Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Periode 2024–2026 mengeluarkan sikap tegas. Ia memastikan tidak akan menghadiri pelantikan dari pihak mana pun yang mengatasnamakan Pengurus Pusat PMKRI sebelum tercapainya penyatuan kembali kepengurusan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya undangan pelantikan dari salah satu pihak yang mencantumkan namanya sebagai tamu undangan. Ia menegaskan bahwa pencantuman nama tersebut sama sekali tidak dapat dimaknai sebagai bentuk kehadiran, pengakuan, maupun dukungan terhadap penyelenggara acara.
Sebelumnya, salah satu pihak telah lebih dulu menggelar pelantikan dan ia memilih untuk tidak hadir. Sikap serupa juga akan diberlakukan pada agenda pelantikan pihak lainnya. Langkah ini diambil guna mencegah kepengurusan pusat semakin terseret ke dalam polarisasi yang dapat memperlebar jarak antarkader.
”Saya tidak akan hadir dalam pelantikan kedua pihak sebelum adanya penyatuan kembali Pengurus Pusat PMKRI. Saya akan hadir ketika PMKRI kembali menyatu,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan untuk absen bukan bertujuan memperpanjang perbedaan atau memihak kubu tertentu. Langkah tersebut murni bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi, sekaligus memberikan ruang bagi proses penyelesaian internal melalui mekanisme dialog yang sehat.
Ia mengingatkan agar dinamika yang tengah terjadi tidak membuat kader PMKRI kehilangan orientasi terhadap tujuan dan sejarah perjuangan organisasi. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal yang lumrah dalam berorganisasi, namun harus diselesaikan tanpa mengorbankan persaudaraan kader.
”PMKRI tidak boleh dipersempit menjadi milik satu kelompok, satu kepentingan, atau satu periode kepengurusan. PMKRI merupakan rumah bersama kader Katolik yang dibangun melalui sejarah panjang dan pengorbanan banyak generasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium PP PMKRI 2024–2026 mengajak seluruh kader di berbagai daerah serta para Pastor Moderator untuk tetap tenang.
Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang memperkeruh situasi dengan narasi-narasi yang justru mempertajam perpecahan.
Ia juga menaruh harapan besar kepada para senior, alumni, Pastor Moderator, dan elemen pemerhati organisasi untuk turut mendorong terciptanya ruang dialog yang bermartabat.
”Saya tidak berdiri di salah satu kubu. Saya berdiri untuk PMKRI,” tegasnya. Mengingat masa kepengurusan memiliki batas waktu sementara organisasi harus terus hidup melampaui zaman, kepentingan menjaga keutuhan perhimpunan harus diletakkan di atas kepentingan kelompok maupun sesaat.
Sebagai penutup, ia kembali menekankan bahwa dirinya baru akan hadir di tengah-tengah kader ketika perhimpunan sudah kembali utuh.
”Mari kembali membuka ruang dialog, merawat persaudaraan, dan tetap berada dalam satu rumah Perhimpunan yang kita cintai bersama,” pungkasnya.[**]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.